SELAYANG PANDANG SEJARAH DESA CIPEDES KEC.PASEH

Ujang Sulaeman, SH 28 Desember 2017 21:19:53

KATA PENGANTAR

 

 

 

 

Dengan memanjatkan puja, puji dan syukur kekhadirat Allah SWT, akhirnya kami  dapat menyelesaikan tulisan mengenai Sejarah dan Profil Budaya  Desa yang sengaja kami susun dengan mengambil dari narasumber dan sumber potensi yang ada.

Kegelisahan dan kekhawatiran kami atas perubahan nilai-nilai budaya bangsa akibat dari pengaruh budaya asing  dan proses Globalisasi disegala bidang yang tidak terkendali yang dapat mendorong terjadinya kesenjangan sosial budaya, ekonomi dan rendahnya kesadaran akan potensi dan jatidiri desa Cipedes.

 

Bertitik tolak dari paragraph di atas, pembentukan karakter sosial budaya di Desa  Cipedes tentunya dipengaruhi oleh pola pikir masyarakat pada saat itu yang mencerminkan ke aripan, kemajemukan dan ke khasan masyarakat setempat yang akhirnya melahirkan   sosial budaya lokal yang murni. Oleh karena itu untuk menjaga dan melestarikan kearifan budaya lokal tentunya harus dibungkus dengan kerangka nilai-nilai kebudayaan. Maka dengan ini kami mencoba menggalinya. dengan tujuan untuk melestarikan dan menjaga nilai-nilai adat istiadat budaya setempat agar tidak tergerus oleh jaman dan tetap dikenal oleh anak cucu kita.

 

Melalui penyusunan profil ini  yang barang tentu dalam isinya masih banyak sekali kekurangan diharapkan menjadi sebuah gambaran nilai-nilai sosial budaya yang ada di Desa Cipedes dan sebagai bentuk tanggung jawab pelestarian kearipan sosial budaya lokal, yang akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tercermin dalam nilai-nilai budaya lokal guna kebaikan dimasa yang akan dating.

 

Demikian kami sampaikan Semoga dengan penyusunan data profil budaya ini dapat menjadi bahan data tentang budaya masyarakat dan memberikan gambaran tentang nilai-nilai sosial budaya masyarakat Desa Cipedes.

 

Cipedes,      Mei 2014

Kepala Desa Cipedes

 

 

UJANG SULAEMAN,S.H

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

RIWAYAT DESA CIPEDES

KECAMATAN PASEH KABUPATEN BANDUNG

 

  1. Berdasarkan cerita orang tua-tua jaman penjajahan Belanda dahulu bahkan beberapa puluh tahun sebelum tahun 1900 Desa Cipedes telah terbentuk.

Ceritanya di Kampung Jamban ada salah seorang tokoh yang bisa memberi contoh kepada warga sekitarnya terutama dibidang pertanian yang pada saat itu di Kp. Jamban tersebut masih banyak tanaman-tanaman besar/pohon besar. orang tersebut namanya Bapak Anijem. Masyarakat pada saat itu kepercayaannya sangat penuh kepadanya, sehingga beliau itu diangkat sebagai sesepuh kampung karena beliau bisa membimbingnya kearah pembangunan. Yang tadinya tanah gersang, pepohonan yang besar-besar, sebagian lagi bisa jadi tanah sawah dan bisa ditanami jenis lain. Selanjutnya Bapak Anijem tidak hanya di Kp. Jamban saja tetapi bisa merembet kekampung-kampung atau daerah-daerah lain dan akhirnya beliau ditunjuk oleh tokoh-tokoh masyarakat dijadikan Kepala Desa yang membawahi wilayah dengan batas batasnya sebelah Utara Desa Sanghiyang  di Rancaekek, sebelah Timur Desa Cipedes, sebelah Selatan Desa Drawati dan Sebelah Barat  sungai Cijagra.

Dan Akhirnya masa jabatan Bapak Anijem habis sampai dengan tahun 1900.

 

  1. Pada tahun 1900 Masayarakat Desa Cipedes sudah mempunyai Kepala Desa dan masyarakat sudah mengerti perlunya pimpinan dan pemerintahan. Habis masa jabatan Bapak Anijem memilih kembali yang pada saat itu hanya dipilih oleh tokoh-tokoh saja dan terpilihlah Bapak   Ismail penduduk dari Kampung Cipedes.

Desa Cipedes dapat berkembang terutama dibidang pertanian. H. Ismail adalah Kepala Desa yang bisa diturut oleh masyarakatnya, beliau bisa memimpin sampai habis masa jabatannya sampai dengan tahun 1930.

 

  1. Masih pada jaman penjajahan Belanda H. Ismail diganti oleh Bapak Anggadireja yang merupakan hasil pilihan tokoh masyarakat yang pada saat itu tokoh masyarakat lah yang bisa memilih Kepala Desa. yaitu mereka yang mempunyai kikitir tanda bukti tanah Letter C.

Bapak Anggadireja Kepala Desa yang bisa meneruskan jejak Kepala Desa yang terdahulunya, desa terus maju dan masyarakat aman, masalah ekonomi terutama dibidang pertanian berkembang terus.

Bapak Anggadireja memimpin desa hingga habis maja jabatannya pada tahun 1941.

 

  1. Ismail adalah Kepala Desa yang selanjutnya dan memangku jabatannya hanya satu tahun yaitu dari tahun 1941 sampai dengan 1942. Dalam masa pemerintahannya dianggap kurang mampu, masyarakat tidak aman bahkan pada saat itu tidak bisa melunasi pajak. itu adalah salah satu bukti ketidak mampuannya melaksanakan roda pemerintahan.
  2. Untuk melanjutkan pemerintahan kemudian terpilihlah Bapak H. Daud yang berasal dari penduduk kampung Cipedes, beliau adalah seorang guru SR. Namun sayang pada saat itu terjadi situasi yang sangat besar yaitu perubahan dari penjajahan Belanda pindah ke tangan Jepang.

Perubahan tersebuat sangat mengecewakan masyarakat dengan adanya satu program penjajah yang dinamakan “arareum” dimana pada malam hari harus digelapkan, dan keduanya adanya kerja paksa (Romusa) mayarakat sangat terganggu sekali dan menjadi miskin. Pada saat itu masayarakat mengalami kesengsaraan dimana perempuan memakai kain karet, bantal tikar, kopiah tikar dan sebagainya.

Masa jabatan pemerintahan H, Daud berakhir pada tahun 1945.

 

  1. Pada Tahun 1945 Pemerintahan Desa Cipedes dilanjutkan oleh Bapak H. Ahmad, pada masanya masyarakat merasa kurang aman, perekonomian merosot terus bahkan pada jaman pemerintahannya timbul pengacau pada saat itu disebut “Garong” sehingga istri Kepala Desanya juga menjadi korban dibunuh oleh segerombolan garong tersebut.

Masa jabatan H. Ahmad berakhir pada tahun 1952.

 

  1. Selanjunya bapak Udi Samudi tampil sebagai Kepala Desa, pada masa pemerintahannya tak luput pula dari gangguan gerombolan “DI” meskipun beliau terkenal seorang Kepala Desa pemberani. Masyarakat pada saat itu merasa tidak aman sering kali diserang dan dikacaukan oleh gerombolan tersebut, rumah- rumah banyak yang dibakar dan penduduk banyak yang dibunuh. Walaupun demikian pemerintahannya tetap berjalan dan pada saat itu partai politik bertambah banyak, dan pada tahun 1955 bisa mengikuti Pemilihan Umum pertama pada saat pemerintahan Orde Lama (ORLA).

Masa Jabatan Bapak Udi Samudi berakhir pada tahun 1960.

 

  1. Pada tahun 1960 timbul bermunculan beberapa calon Kepala desa yang ikut serta dalam pemilihan kepala desa dan terpilihlah Bapak H. Oyo Juhara. Pada masa pemerintahannya meskipun banyak partai politik yang timbul namun tetap dapat teratur Pemerintahan dapat berjalan lancar.

Pada saat akhir jabatannya pada tahun 1965 terjadi gangguan lagi dengan adanya G. 30 S/PKI dan selanjutnya habis masa jabatan beliau pada tahun itu.

Dengan hasil keputusan masyarakat bisa menunjuk Sdr. Apud dari sukarame , yang saat itu sedang menjabat sebagai Sekretaris Desa II.

 

  1. Pada masa dijabat oleh Sdr. Apud Negara beliau adalah seorang anggota TNI warga kampung Sukarame, masih dalam situasi kurang aman, tetapi pemerintahan berjalan lancar, ekonomi lancar sehingga bisa melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tampuk Pemerintahan beliau berjalan dari Tahun 1965 sampai dengan 1967.

 

  1. Pada tahun 1967 Pemilihan Kepala Desa diikuti oleh tiga orang calon yaitu ; 1. H.Z Marpudin,    Popon Sopandi. 3. I. Musa. dan suara terbanyak pada sat itu diraih oleh H.Z. Marpudin.

Situasi pada saat itu masih kurang aman, banyak penduduk yang terlibat PKI.  sayang sekali timbul permasalahan antara Bapak. H.Z Marpudin dengan salah seorang warga  desa dan beliau diberhentikan dengan tidak hormat pada tahun 1971 setelah pelaklsanaan Pemilu pertama Jaman Orde Baru (ORBA).

 

  1. Pada Tahun 1971 ditunjuk oleh Bapak Camat Paseh Penjabat dari karyawan Kecamatan yang bernama Bapak Rohmat. Pada saat itu situasi Negara mereda dan pada tahun 1971 pemerintahan dapat berjalan lancar dan situasi aman berjalan dari tahun 1971 sampai dengan tahun 1973.

 

  1. Karena masih belum memungkinkan dilaksanakannya Pemilihan Kepala Desa, camat atas kesepakatan masyarakat bisa menunjuk penjabat dari kecamatan, yang ditunjuk pada saat itu ialah Bapak Obon Sobandi yang menjalankan masa jabatannya dari tahun 1973 sampai dengan 1976.

 

 

  1. Pada Tahun 1976 diadakanlah Pemilihan Kepala Desa difinitif dan dimenangkan oleh Bapak Popon Sopandi yang berasal dari guru SD. Pada masa pemerintahan beliau situasi sudah bagus negara aman sehingga bisa melaksanakan pemilihan umum kedua pada tahun 1977 pada masa orde baru. Perekonomian pada saat itu berjalan lancar, pemerintahan bisa berjalan selama 8 tahun yaitu dari tahun 1976 sampai dengan tahun 1984. 

Pemilu ketiga dilaksanakan pada tahun 1982, dan pada tahun 1984 Desa Cipedes dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Cipedes dan Desa Tangsimekar.

 

 

  1. Dalam rangka kekosongan Kepala Desa pada dari 1984 sampai dengan tahun1986 ditunjuk lagi penjabat dari kecamatan ialah Bapak Idimiharja, pada masa jabatannya pemerintahan berjalan lancar dan perekonomian pun berjalan lancar.

 

  1. Pada tahun 1986 diadakan Pemilihan lagi dan dimenangkan oleh Sdr. Endang salah seorang guru SD yang tinggal di kampung Cipedes. Pada masa jabatannya berjalan dengan lancar dan perekonomianpun lancar.

 

  1. Setelah berakhir masa kepemimpinan Sdr. Endang yang berakhir pada tahun 1994 terjadilah masa kekosongan Kepala Desa difinitif selama beberapa bulan, maka untuk mengisi kekosongan tersebut ditunjuklah Penjabat dari karyawan Kecamatan Ibu Amik Yulianti hingga dilaksanakannya pemilihan Kepala Desa.

 

  1. Dari tanggal 14 Nopember 1994 Desa Cipedes dipegang oleh Sdr. Uu Djaenudin yang berprofesi guru SD dan menjalankan roda pemerintahannya selam 8 tahun. Pada masa jabatannya pemerintahan dapat berjalan aman, ekonomi lancar pembangunan terus maju terutama dalam pertanian dan bisa menyatukan masyarakat ini terlihat dari hasil pemilu tahun 1997 pada masa Pemerintahan Orde Baru Golkar mancapai 90,37 %. Masa Jabatan Sdr. Uu Djaenudin berakhir pada tanggal 14 Nopember 2002.

 

  1. Sebelum habis masa jabatan Sdr Uu Djaenudin diadakan pemilihan lagi dengan tiga orang calon yaitu Sdr Budi Mulatno (andir) Sdr Popon Sopandi (Cipedes ) Sdr Suryatna ( Cipedes ) dan dimenangkan Sdr Popon , Sejak tanggal 14 Nopember 2002 sampai dengan 14 Nopember 2007 Pemerintahan kembali lagi dipegang oleh Bapak Popon sopandi. Beliau menjabat Kepala Desa Yang kedua kalinya Pada masa jabatannya Pemerintahan berjalan dengan lancar, pembangunan semakin maju dan situasi masyarakat aman.

 

  1. Sebelum berakhir masa jabatan Sdr .Popon diadakan pemilihan yang di ikuti oleh lima calon yaitu 1.Agus 2 .Asep Jaja (Ombeng ) 3.Dodi Dahlan  Pepep Sopandi (Anak Popon Sopandi  5.Ohan Sujana, dan dimenangkan oleh Sdr .Ohan Sujana , .Berdasarkan hasil Pemilihan kepala desa dari tanggal 14 Nopember 2007 sampai 09 Des 2013 . tampuk pemerintahan dipegang oleh Sdr. H. Ohan Sujana (asli orang Cigentur pindah ke cipedes 6 bulan sebelum pemilihan ) tinggal  di  Kampung Cipedes. Beliau adalah seorang  yang benar-benar ingin membangun dan memajukan masyarakat Cipedes di segala bidang. Ini dapat terlihat dari pembangunan fisik dan pembangunan rohani lebih maju lagi. Pembangunan di tingkat RW dan RT makin bertambah situasi keamanan terjamin ekonomi maju, masa jabatannya berakhir tanggal 09 Desember 2013 .

 

  1. Sebelum berakhir masa jabatan Sdr.Ohan Sujana diadakan pemilihan sekitar bulan Oktober-November 2013 , calon yang ikut pemilihan ada 5 ,yaitu Dodi Dahlan 2.H.Ohan Sujana   3.Lani Rohandi   4. Ayi Syaripudin  5.Ujang Sulaeman,S.H,  dan dimenangkan oleh Sdr.Ujang Sulaeman,S.H. (putra daerah asli lahir Sukarame lahir 10-08-1979 , ) beliau dilantik tanggal  09 Desember 2013  s/ d 09 Desember 2019 . dan akan memimpin enam tahun ke depan, selama  memimpin ada beberapa prestasi yang yang cukup baik diantaranya :

 

  1. Perombakan dan perbaikan tata kelola pemerintahan yang lebih baik
  2. Pelayanan kemasyarakat lebih cepat,ramah,murah dan sigap
  3. Adanya MOBIL pelayanan kesehatan
  4. Adanya alat –alat kematian seperti alat pemandian mayat, kain kapan, cangkul,dan lain-lain.
  5. Keterbukaan dalam pembangunan , meningkatnya pembangunan Inprastruktur seperti Jalan utama, gang-gang, Mesjid, Mck ,Rutilahu dll
  6. Ditemukannya carik desa Cipedes Seluas 81 tumbak
  7. Pengurus pemerintahan seperti Perangkat ,BPD,LPMD, RW, RT, LINMAS, PKK, lebih aktif dan lebih giat bekerja
  8. Bantuan dari pemerintah yang berupa TPAPD yaitu ADD, Bagi hasil pajak,Bagi hasil Retribusi, P4, Ban gub, Dana Aspirasi, di terapkan dan transparan

 

Selain itu masih banyak prestasi-prestasi lainnya , kita tunggu perkembangannya.Terima Kasih .   Wassalam

 

 

 

SILSILAH URUTAN KEPALA DESA CIPEDES

 

NO

NAMA

MASA JABATAN

KETERANGAN

1

Anijem

…….. – 1900

Kp.Jamban

2

H. Ismail

1900 - 1930

Kp.Cipedes

3

Anggadireja

1930 - 1941

Kp.Cipedes

4

H. Ismail

1941 - 1942

Kp.Cijagra

5

H. Daud

1942 - 1945

Kp.Cipedes

6

H. Ahmad

 1945 – 1952

Kp.Tangsi

7

U. Samudi

1952 – 1960

Kp.Dungusbuut

8

H. Oyo Juhara

1960 – 1965

Kp.Cipedes

9

Sapud

1965 – 1967

PJS(Kp.Sukarame)

10

H. Marpudin

1967 – 1971

Kp.Jatisari

11

Rahmat

1971 – 1973

PJS(Kp.Biru)

12

Obon  Sukandi

1973 – 1976

PJS(Kp.Lampegan)

13

Popon Sopandi

1976 – 1984

Kp.Cipedes

14

Idi Miharja

1984 – 1986

PJS(Kp.Nengkelan)

15

Endang

1986 – 1994

Kp.Cipedes

16

Amik Yulianti

1994 – 1994

PJS(Kp.Bojong)

17

Uu Djaenudin

1994 -  2002

Kp.Cipedes

18

Popon Sopandi

2002 – 2007

Kp.Cipedes

19

H. Ohan Sujana

2007 – 09 Des 2013

Kp.Cipedes

20

Ujang Sulaeman,S.H.

09 Des 2013 s/d sekarang

Kp.Sukarame

 

Demikian sekilas silsilah asal-usul dan susunan Kepala Desa Cipedes Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung dari jaman ke jaman semoga dapat bermanfaat untuk kiat semua.

 

 

  1. POTENSI DESA
  2. Batas Wilayah

Desa Cipedes saat ini mempunyai wilayah dengan batas-batas :

Sebelah Utara                        : Desa Sangiang

Sebelah Timur           : Cipedes dan Desa Karangtunggal

Sebelah Selatan         : Desa Drawati

Sebelah Barat                        : Desa Tangsimekar

 

  1. Luas wilayah

Luas wilayah berdasarkan peruntukannya ;

Luas Pemukiman        :             Ha

Luas Persawahan       : 178     Ha

Luas Pekarangan        :   60      Ha

Luas Kolam                  : -           Ha

Luas Pekuburan          : 2,025   Ha

Luas Hutan adat          : 0          Ha

 

 

  1. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
  2. Jumlah Penduduk

Berdasarkan hasil pendataan jumlah penduduk Desa Cipedes

Jumlah Laki-laki                               : 5.934  Orang

Jumlah Perempuan                         : 5.466  Orang

Jumlah Kepala Keluarga                 : 3.134  KK

 

  1. Jumlah Penduduk berdasarkan Mata Pencaharian

Petani                                                 :    644  orang

Buruh Tani                                        : 1.929  orang

Pegawai Negeri Sipil                        :      30            orang

POLRI                                                 :        8 orang

TNI                                                     :        8            orang

Pensiunan                                         :      40            orang

Wiraswasta/Dagang                        :    380 orang

Karyawan Swasta                             :    188 orang

Karyawan BUMN                              :         1 orang

 

  1. Kelompok Masyarakat

Kelompok Kepemudaan                  :       2 Kelompok

Kelompok Tani                                 :          Kelompok

Kelompok Pengajian                        :          Kelompok

Kelompok Kemasyarakatan            :          Kelompok

Kelompok Lainnya                           :          Kelompok

 

 

 

 

BAB II

PROFIL  DESA

 

  1. Gambaran Umum

 

Desa Cipedes terletak di wilayah Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung  Provinsi Jawa Barat,dengan memiliki luas wilayah krang lebih 288 Ha, dengan jumlah penduduk  menurut hasil pendataan yang dilaksanakan pada tahun 2011 sudah mencapai 11.400 jiwa.

Penduduk Desa Cipedes dalam menjalankan aktifitas sehari-harinya sebagian besar berprofesi sebagai petani dan buruh tani tidak heran kalau sebagian besar wilayahnya digunakan sebagai pesawahan. Penduudk Desa Cipedes termasuk suku sunda yang kental dengan berbagai adat sunda baik dalam kehidupan sehari-hari maupun seni budaya. Mayoritas penduduk memeluk agama Islam yang cukup Fanatis sehingga boleh dikatakan masyarakatnya tergolong masyarakat yang religius, ini dapat terlihat dengan banyaknya bangunan mesjid dan tempat-tempat pengajian lainnya.

 

MONOGRAFIS DESA

  1. KEWILAYAHAN.
  2. LUAS WILAYAH MENURUT PENGGUNAAN
  3. Sawah             :  178              Ha
  4. Darat :   50                Ha
  5. Pekarangan             :  60                 Ha
  6. Tanah Carik Desa :  -                    Ha
  7. Pekuburan             :  2,025           Ha
  8. Kolam                         :    -                  Ha

     

  1. BATAS WILAYAH :
  2. Sebelah Utara :  Desa Sangiang
  3. Sebelah Timur :  Desa Cipedes / Desa Karang Tunggal
  4. Sebelah Selatan :  Desa Karang Tunggal/Drawati
  5. Sebelah Barat :  Desa Tangsimekar

 

  1. KETERJANGKAUAN DESA :
  2. Ke Kecamatan         :   1          Km
  3. Ke Kabupaten         :   40        Km
  4. Ke Provinsi              :   40        Km
  5. Ke Ibu kota Negara                :   200     Km

        

  1. IKLIM
  2. Curah Hujan                :……..  Mm
  3. Kelembaban   :……..  0C
  4. Suhu Rata-rata :    20   0C
  5. Ketinggian Tempat :  650   mdl

 

  1. PEMERINTAHAN DAN KELEMBAGAAN

Jumlah aparatur Pemerintahan Desa

  • Peramgkat Desa : 13 Orang
  • BPD : 11 Orang
  • LKMD :       Orang
  • RW : 10 Orang
  • RT : 51 Orang
  • Linmas : 20 Orang

 

    A.PEMERINTAH DESA

        NAMA KEPALA DESA         :  OHAN SUJANA

        SEKRETARIS DESA           :  AGUN GUNAWAN

        KAUR UMUM                       :  DEWI PURNAMSARI

        KAUR KEUANGAN              :  ASEP SUMARYA

        KASI PEMERINTAHAN      :  SAEPUL KOMAR

        KASI EKBANG                    :  TATANG

        KASI TRANTIB                               :  OLEP

        KASI KESRA                       :  ASE RUSTIAN

       KADUS I                                :  OJANG

       KADUS II                              :  SUNTAJI

       KADUS III                             :  HADA SUJANA

       KADUS IV                             :  ECEN JAENI  

       Jumlah RW                                       :  10     RW

       Jumlah RT                                        :  51     RT

       Jumlah Dusun                      :    4      Dusun

 

  1. BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

 

        Ketua                                  :  UU DJAENUDIN

        Wakil Ketua                       :  ASEP OPON KURNIA

        Sekretaris                           :  SAEPUL KOMAR

        Anggota                              :  ASEP RAHMAT

                                                       YOSEP MAOLANI

                                                       NANING SUMYATI

                                                       AGUS SUNANDAR

                                                       LILIS SUMARNI

                                                       APONG PATIMAH

                                                       DARYAT

                                                                    YUYUN YUYANTI

 

  1. LEMBAGAAN KEMASYARAKATAN

 

  1. Ketua LPMD             :  ADANG SUTISNA
  2. Ketua TP.PKK :  AEET NURAETI
  3. Ketua MUI             :  ENTON KARTONI
  4. Kasatgas LINMAS             :  AJAT SUDRAJAT
  5. Ketua Karang Taruna          :  YUYUN YUSMAN
  6. Ketua FIKOM             :  AGUN GUNAWAN
  7. Ketua BUMDES               :  ASE RUSTIAN
  8. Ketua HKTI             :  DASE

 

III. KEPENDUDUKAN :

 

  1. Jumlah Penduduk                               : 11.400    Orang
  2. Laki-laki :   676       Orang
  3. Perempuan    :   592       Orang
  4. Jumlah K.K :   143       K.K
  5. Jumlah Hak Pilih                                :   879       Orang
  6. Jumlah Rumah    : ………..         Rumah
  7. Jumlah Pra K.S    :        721     K
  8. Jumlah K.S I :    165      K.K
  9. Jumlah KS II    :       839      K
  10. Jumlah KS III                                :          18      KK
  11. JUMLAH PENDUDUK MENURUT USIA

 

    1   -    5  Tahun                                     :   1.162        Orang

    5   -  16 Tahun                                      :   2.592        Orang

  17 -  56   Tahun                                      :   5.601        Orang

  56 -  80  Tahun                                       :      745        Orang

  81  Tahun keatas                                   : ………..          Orang

     

 

      JUMLAH PENDUDUK MENURUT MATA PENCAHARIAN :

 

  1. Pegawai Negeri Sipil                         :         30                    Orang
  2. Kepolisian :           8                     Orang
  3. TNI :           8          Orang
  4. Karyawan Swasta :      188           Orang
  5. Wiraswasta / Dagang :      380          Orang
  6. Tani               :     644          Orang
  7. Buruh Tani              :   929          Orang
  8. Karyawan BUMN        :           1                      Orang
  9. Pensiunan        :         40                      Orang

     

  1. KESEHATAN

        SARANA KESEHATAN

        a.Jumlah PUSKESMAS                          :      1    Buah

  1. Jumlah POS YANDU                 :    10    Buah
  2. Jumlah Dokter                  :      1    Orang
  3. Jumlah Bidan                   :      3    Orang
  4. Jumlah MCK             :    10    Buah

 

        PESERTA KB AKTIF

  1. PUS             :  269  Orang
  2. MOW             :        15  Orang
  3. IUD                                                    :               Orang
  4. MOP :          6   Orang
  5. Implan             :               Orang
  6. Suntik             :      977  Orang
  7. Kondom :          3   Orang
  8. Pil ;      367  Orang

 

  1. PENDIDIKAN
  2. SARANA PENDIDIKAN

        Jumlah Gedung Sekolah TK                      :   1       Buah

        Jumlah Gedung Sekolah SD                      :   7      Buah

        Jumlah Gedung Sekolah SLTP                  :   1      Buah

        Jumlah Gedung Sekolah SLTA                  :   -       Buah

 

  1. JUMLAH LULUSAN PENDIDIKAN

       Jumlah Anak Tidak Sekolah                  :       534  Orang

       Jumlah Anak Sekolah Lulusan SD        :   4.953    Orang

       Jumlah Anak Sekolah Lulusan SLTP   :   1.254    Orang

       Jumlah Anak Sekolah Lulusan SLTA   :       540   Orang

       Jumlah Lulusan D1                                :         40    Orang

       Jumlah Lulusan D2                                ;         46    Orang

       Jumlah Lulusan D3                               :         15    Orang

       Jumlah Lulusan S1                                 :         30    Orang

 

  1. KESENIAN DAN KEBUDAYAAN

      Perkumpulaan Kesenian :

  1. Seni Terbang Buhun                     :     3      Perkumpulan
  2. Seni Calung :     2      Perkumpulan
  3. Seni kohkol atum :     1      Perkumpulan

 

VII. SOSIAL EKONOMI

      Jumlah Industri Besar                          :      -      Buah

      Jumlah Industri  Sedang                        :      1     Buah

      Jumlah Industri Kecil                             :    30     Buah

      Jumlah Pengrajin                                   :    20     KK

      Jumlah Koperasi                                           :       1    Buah

 

VIII. KEAGAMAAN

      SARANA  PERIBADATAN

      Jumlah Mesjid Jami                                :   10      Buah

      Jumlah Mushola                                     :   51      Buah

 

 

  1. KEAMANAN

       Jumlah POS KAMLING                          :  10    Buah

       Jumlah linmas                                        :  20    Orang

       Mitra Babinsa                                       :   1      Orang

       Mitra Babinmas                                     :   1      Orang

 

  1. OLAH RAGA

     Sarana Olah Raga

  1. Lapang Bulutangkis                           :   1     Buah
  2. Lapang Sepak Bola :   1     Buah
  3. Lapang Tenis Meja                             :   1     Buah
  4. Lapang Bola Voli  :   2     Buah

 

  1. KESADARAN MEMBAYAR PAJAK 2010
  2. Jumlah wajib Pajak                               : 1.757  Wajib Pajak
  3. Target PPB                                               : Rp. 18.469.563,-
  4. Realisasi PBB                                         : Rp. ………………….

 

XII. LEMBAGA POLITIK

      

  1. Partai PDIP
  2. Partai GOLKAR
  3. Partai PKS
  4. Partai DEMOKRAT
  5. Partai PPP
  6. Partai GERINDRA
  7. Partai HANURA

 

 

BAB III

ADAT ISTIADAT DESA

 

  1. SOSIAL BUDAYA

 

  1. Seni Budaya

Sesuai perkembangannya seni budaya yang pernah hidup dan berkembang di Desa Cipedes, secara turun temurun dapat diuraiakan sebagai berikut.

  • Seni Musik : Kacapi Suling, Terbang, Calung Kohkol Atum, Reog.

Menurut sejarahnya, kesenian terutama seni music telah berkembang diantaranya :

  1. Pada jaman Bapak Anijem ; Seni Cianjuran dan Seni Terbang
  2. Pada jaman Bapak H. Ismail ; Kacapi Suling
  3. Pada Jaman Bapak Anggadireja : Kacapi Suling
  4. Pada Jaman Bapak H. Daud : Kacapi Suling dan Pencak Silat
  5. Pada Jaman Bapak Popon Sopandi : Pencak Silat, Terbang dan kohkol atum
  6. Pada Jaman Bapak Uu Djaenudin : Kacapi suling, terbang, kohkol atum dan calung

 

  • Seni Tari    : Ketuk Tilu, Jaipongan Pencak silat

Hingga saat ini sebagian kesenian yang masih bertahan seperti seni terbang, kohkol atum dan calung masih bisa bertahan.

 

  1. Agama

Seperti yang telah diutarakan diatas Masyarakat Desa Cipedes sangat fanatik terhadap agama Islam, sehingga sebagian besar dan hampir 100 % penduduk Desa cipedes memeluk agama Islam., sehingga tidak heran kalau hampir diseluruh wilayah RW se Desa Cipedes terdapat mesjid-mesjid, mushola serta madrasah yang digunakan sebagai sarana tempat pengembangan ilmu keagamaan baik digunakan sebagai tempat pengajian anak-anak, remaja dan orang tua.

 

  1. Olah Raga

Hampir disemua RT dan RW masih terlihat peninggalan-peninggalan penduduk yang menggemari dalam bidang olah raga seperti Sepak Bola, bulu tangkis, bola voli dan permainan lainnya dan hingga kini untuk sebagian masih berkembang walaupun sarana olah raga seperti lapangan sepak bola dan bola voli  masih minim.

 

  1. Bahasa dan Tulisan

Bahasa yang digunakan adalah bahasa sunda dengan dialek/logat yang hamper mirip dari wilayah satu dengan lainnya. Sedangkan dalam surat menyurat tulisan yang digunkan masyarak adalah  huruf laten dengan bahasa yang digunakan bahasa sunda.

 

  1. Tempat-tempat Bersejarah/Situs Budaya

Di Desa Cipedes terdapat beberapa tempat bersejarah/situs budaya berupa makam-makam keramat diantaranya :

  1. Makam Keramat Eyang Wirantaka di Kp. Cipedes RW.03 yang berbatasan dengan RW.04 Kp. Sukarame
  2. Makam Keramat Eyang Pasir Miri-miri di Kp. Jatisari RW.02 yang berbatasan dengan RW.07 Kp. Cipedes
  3. Makam Keramat Eyang Alit di Kp. Cipedes RT.02 RW.03 yang berbatasan dengan RW.08 Kp. Sukarame.

 

  1. ADAT ISTIADAT

 

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Cipedes pada umumnya masih memegang adat kebiasaan yang konon warisan dari para karuhun (sesepuh) terdahulu, diantaranya :

  1. Adat yang berkaitan dengan Kelahiran, Sunatan Pernikahan dan Kematian

 

  1. Kelahiran

Ada kebiasaan yang sering kali dilaksanakan oleh sebagian masyarakat mengenai penyambutan kelahiran diantaranya :

  • ketika usia janin sudah mencapai empat bulan diadakan upacara empat bulanan dimana dalam pelaksanaannya diadakan syukuran dengan membacakan beberapa surat al-qur’an.
  • Ketika usia janin sudah mencapai tujuh bulan diadakan upacara tujuh bulanan, dimana ibu dari janin tersebut harus dimandikan dengan menggunakan air yang diambil dari tujuh sumber mata air (sumur) yang sudah di campur dengan bunga tujuh rupa dan diselimuti dengan kain tujuh helai.
  • Pada saatnya bayi telah lahir biasanya disambut dengan upacar marhabanan yang dapat dilaksanakan sesuai kemampuan, ada yang menyelenggarakan selama satu kali (hari), tiga kali (hari) dan tujuh kali (hari), hingga pada puncaknya upacara mencukur rambut yang sering dikenal dengan sebutan upacara

 

  1. Sunatan

Sesuai dengan perkembangan jaman yang dahulunya upacara sunatan biasanya dilakukan oleh seorang mantri sunat dengan menggunakan peralatan yang cukup sederhana namun sekarang sudah jarang sekali dijumpai dikarenakan sudah menggunakan peralatan yang modern.

  • Pada saat pelaksanaan sunatan biasanya masyarakat merayakan dengan memotong ayam jago.
  • Dalam pelaksanaan resepsi syukuran biasanya diadakan sawer sunat, arak-arakan kuda renggong, pencak silat, terbang dan seni lainnya.

 

  1. Pernikahan

Dalam acara upacara pernikahan biasanya dibagi menjadi tiga pase :

  • Pra nikah biasanya dilaksanakan upacara siraman yang dilakukan oleh orang tua calon pengantin wanita dengan menggunakan air kembang 7 rupa, upacara ngeuyeuk seuereuh.

 

-   Pada saat pelaksanaan resepsi pernikahan diadakan upacara walimahan, sawer pengantin, buka pintu dsb.

-   Pasca perniklahan dilaksanakan upacara munjungan, dimana keluarga pengantin wanita beserta keluarga melakukan silaturahmi kepada keluarga pengantian pria dengan membawa makanan yang diserahkan kepada keluarga pengantin pria.

 

  1. Kematian

Upacara yang biasa diselenggarakan sebagian besar masyarakat desa :

Upacara tahlilan ; nyusur tanah (pada hari saat meninggal), Tiluna (upacar 3 hari meninggalnya), Tujuhna ( upacara 7 hari meninggalnya), Matang Puluh (Upacara 40 hari meninggalnya), Natus (Upacara 100 hari meninggalnya) dan Mendak (upacara setelah satu tahun meninggalnya)

 

  1. Adat Sopan Santun

Masyarakat desa Cipedes masih menjunjung tatakrama dan sopan santun dalam sendi kehidupan bermasyarakat diantaranya :

  1. Bila bertamu ke rumah orang lain suka mengucapkan salam (sampurasun, puntren atau assalmualaikum)
  2. Selalu bersikap handap asor/depedepe (hormat, someah, marahmay, darehdeh) kepada orang terutama orang yang dianggap lebih tua usianya, kepada orang yang baru kenal dan tamu.
  3. Menunjuk dengan menggunakan ibu jari saat menunjukan sesuatu atau tempat.
  4. Diawali dengan mengucapkan “Punten ” diantaranya :
    • Punten kalangkung ( bila berjalan meleawati orang)
    • Punten (Bila bertamu)
    • Punten kapayunan (bila mendahului)
    • Punten bade tumaros (bila bertanya) dll.

 

  1. Tabu atau Pantangan

Ada istilah yang dikenal dimasyarakat dengan sebutan Pamali yaitu sesuatu hal yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang, diantaranya :

  • Tidak boleh bepergian menjelang magrib (sareupna)
  • Tidak boleh belanja barang tertentu pada malam hari seperti, garam, silet , jarum, terasi.
  • Tidak boleh mengadakan hajatan, bepergian pada saat hari yang dianggap pantangan (larangan bulan).
  • Tidak boleh makan pisang bagian pinggir (Cau pangsisina)
  • Tidak boleh tidur menjelang magrib (sareupna)
  • Tidak boleh makan daging ayam bagian ekor (tunggir)
  • Tidak boleh bersiul didalam rumah
  • Tidak boleh makan sambil bicara.
  • Tidak boleh duduk didepan pintu (nongtot jodo)

 

 

  1. Upacara Ritual

Upacara-upacara ritual yang sering dilaksanakan  yang berhubungan dengan kegiatan masyarakat diantaranya :

  • pada saat melahirkan ada upacara penguburan plasenta (bali)
  • mendirikan sebuah bangunan (rumah, mesjid, madrasah dll) dapat dibagi menjadi 3 tahap :
  1. Persiapan dianamakan dengan mitembeyan dengan menyiapkan bebagai sesaji (sesajen/susuguh)
  2. Pada saat mendirikan atap bangunan dikenal dengan sebutan ngadegkeun dengan mengadakan jenis makanan : tumpeng dan makanan ringan khas sunda.
  3. Pada saat setelah selesai sebelum di huni : mengadakan do’a dengan menyiapkan sesajian/memotong kurban yang sering dikenal dengan istilah Ngaruat.

 

  1. Pakaian Adat

Seperti kebanyakan pakaian yang dikenakan oleh orang sunda diantaranya :

Pria               : Pangsi, Kampret, Iket, Totopong , bendo dll.

Wanita          : Kebaya. Sinjang (Kain), Selendang

 

  1. Rumah Adat

Rumah adat yang sering dijumpai berupa rumah pamggung khas sunda dengan bahan materialnya kebanyakan terbuat dari kayu dan bambu.

 

 

  1. Permainan Tradisional

Permainan yang pernah hidup berkembang dimasyarakat sebenarnya banyak sekali namun seiring dengan perkembangan jaman kebanyakan sudah tidak diminati oleh anak anak sekarang, dianataranya :

  1. Congkak
  2. Gatrik
  3. Galah
  4. Sapintrong
  5. luncat tinggi
  6. Hujan angin
  7. Ngadu Panggal
  8. Conah
  9. Ucing sumput
  10. Sasalimpetan
  11. Perepet jengkol
  12. Ngadu kaleci, dll.

 

  1. Makanan Khas Tradisional

a.         Comro

b.        Misro

c.         Ali Agrem

d.        Bugis

e.         Cilok

f.          Borondong

g.         Rangginang

h.        Sambel

i.           Tangtang Angin

j.           Awug

k.         Bangkerok Ketan

l.           Timbel

m.      Kiripik

n.        Kicimpring

o.        Dawet

p.        Gegetuk

q.        Putri noong

r.         Wajit/Angleng

s.         Karedok

t.          Lotek

u.        Kelepon

v.         Colenak

w.       Peuyeum Ketan/Sampeu

x.         Opak

y.         Leupeut

z.         Uras

aa.          Gegeplak

bb.         Beuleum Sampeu

cc.           Beulem Hui

dd.         Bubuy Sampeu/Hui

ee.          Cendol

ff.             Liwet

gg.          Gemlong

hh.         Candil

ii.              Kolek

jj.              Ongger Ketan

kk.          Ulen

ll.              Cuhcur

 

  1. Obat-obatan

Obat Sakit perut               : Pucuk Jambu, Koneng temen, Pucuk saliara

Obat Panas                       : Paria gengge, Bawang merah dan asam ditumbuk disimpan diatas kepala.

Obat Sakit gigi                  : Sereh, Getah Jarak

Obat Sariawan                  : Daun sirih

Obat darah tinggi             : Mengkudu, belimbing, sirsak

Obat Luka                         : Daun Babadotan, antanan, Kirinyuh, boros pisang.

 

 

  • SISITEM KEMASYARAKATAN

 

  1. Pemerintahan (Lembaga kemasyrakatan/Lembaga adat)
  1. Struktur Kelembagaan (Tidak ada)
  2. Mempunyai tugas, fungsi dan kewenangan,
  3. Mempunyai sumber penghasilan

 

  1. Hukum adat, Norama dan Sanksi

Hukum adat secara tertulis belum ditemukan, namun apabila seseorang berbuat kesalahan yang dianggap melanggar norma susila, Norma agama, berbuat kejahatan ataupun bersikap kurang baik dalam kehidupan bermasyarakat dengan sebdirinya yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi walaupun tidak secara formal, meraka akan dikucilkan, dicemoohkan, digunjingkan oleh penduduk lainnya dengan tenggang waktu yang cukup lama.

 

  1. Sistem Nilai
  1. Adat Gotong Royong :

Masyarakat Desa Cipedes hingga saat ini masih memgang teguh dan memlihara kebiasaan gotong royong terutama dalam mengerjakan sarana dan prasarana yang sipatnya untuk kepentingan umum, seperti perbaikan/pemeliharaan gorong-gorong, selokan, jalan gang, jalan desa dsb. Namun sipat gotong royong itu juga sering terlihat apabila seorang penduduk ingin memperbaiki rumah tanpa harus diundangpun tetangga yang dekat dengan suka rela membantu proses perbaikan rumah tersebut.

 

  1. Asas Musayawarah

Untuk memutuskan suatu kegiatan ataupun persoalan, masyarakat menyelesaikannya dengan cara musyawarah hingga mencapai kesepakatan bersama dan menjaganya serta dipertanggung jawabkan secara bersama.

 

  1. Asas Kesederhanaan

Sudah menjadi Ciri Khas masyarakat sunda pedesaan adalah dengan segala kesederhanannya baik dalam berpakaian, konsumsi makanan dan berpenampilan. Sederhana bukan berarti tidak boleh menggunakan barang yang modern/mewah tetapi dapat menempatkan/menggunakan sesuai dengan kepentingan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PERMASALAHAN DAN USULAN

 

  1. PERMASALAHAN :

Seiring dengan perkembangan jaman yang dipengaruhi oleh pergeseran tata nilai budaya yang masuk dari luar sudah barang tentu    sedikit banyaknya berpengaruh juga terhadap pola hidup masyarakat, ini dapat terlihat dengan semakin sedikitnya orang yang mengenal budaya lokal.

  • Tata Bahasa :

Terutama generasi muda banyak yang tidak mengerti undak usuk (tata bahasa) bahasa sunda yang banyak sekali kekeliruan, kata/kalimat yang seharusnya untuk orang lain dipakai untuk sendiri dan sebaliknya, untuk orang yang lebih tua, sesama atasan dan anak-anak.

 

  • Seni Tradisional :

Sedikit sekali yang masih peduli terhadap kesenian tradisional dan yang berminat mengeluti seni tradisional. Kegandrungan akan kesenian infor yang notabene berasal dari luar negeri lebih diminati oleh anak muda       sekarang, ini sudah barang tentu manjadi ancaman serius akan                    kelestariannya kesenian tradisional.

 

  • Pakaian adat/Pakaian Tradisional :

Sudah menjadi keprihatinan kita bersama apabila kita melihat terutama anak muda sudah terbiasa dengan pakaian/ busana yang serba minim jauh dari kata sopan. dan mungkin untuk melihat orang berpakaian khas sunda sudah menjadi barang langka. Namun masih dapat bersyukur karena dalam upacara-upacara tertentu seperti dalam resepsi pernikahan/sunatan para pagar ayu dan pagar bagus masih menggunakan pakaian/busana tradisional walaupun sudah sedikit dimodifikasi, ini memberikan harapan bahwa pakaian tradisional masih dapat bertahan hidup.

 

  1. USULAN :
    • Terutama kepada Pemerintah terkait yang membidangi khusus mengenai sosial budaya dapat membuat terobosan baru mengenai pemeliharaan dan pembinaan terhadap pelestarian adat budaya lokal.
    • Adanya penataan dan pembinaan yang berkesinambungan terhadap kesenian tradisional sehingga dapat bersaing dengan kesenian yang berasal dari luar dan selanjutnya dapat hidup menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

 

 

 

 

 

                                                                                                                             ii

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR............................................................................................ ……………1 

DAFTAR ISI             ............................................................................................... ……………i

BAB I  RIWAYAT DESA CIPEDES …………………………………………………………..2

  1. Silislah Urutan Kepala Desa Cipedes ..................................................... ……………5
  2. Potensi Desa .......................................................................................... ……………6 

BAB II PROFIL DESA ………………………………………………………………………….7

  1. Gambaran Umum…………………………………………………………………………7
  2. Monografi Desa …… ………………………………………………………………..……7

BAB III ADAT ISTIADAT DESA………………………………………………………………11

  1. Sosial Budaya………………………………………………………………. ……………11
  • Seni Budaya.................................................................................... ……………11
  • Agama ……………........................................................................ ……………11
  • Olah Raga……………………………………………………………………………….11
  • Bahasa dan Tulisan ……………………………………………………………………11
  • Tempat Bersejarah/Situs Budaya …………………………………………..12
  1. Adat Istiadat …………………..…………………………………………….….…………..12
    1. Kelahiran………….…………………………………………………………..12
    2. Sunatan ……..……….……………………………………………………..12
    3. Pernikahan ………..…………………………………………………………..12
    4. Kematian ……………………………………………………………….…..13

 

  1. Adat Sopan Santun …..…………………………………………………….……………..13
  2. Tabu atau Pantangan ……………………………………………………… …………….13
  3. Upacara Ritual ………………………………………………………………………….14
  4. Paaakaian Adat ………………………………………………………………………....14
  5. Rumah Adat …………………………………………………………………….………..14
  6. Permaian Tradisional …………………………………………………………………….14
  7. Makanan Khas Tradisional............................................................................ ……………15
  8. Obat-obatan ………………………………………………………………………………15

 

  1. Sistem Kemasyarakatan ………………………………………………………………….15
  2. Penerintahan (Lembaga Kemasyarakatan/Lembaga Adat) …………………..…………15
  3. Hukum Adat, Norma dan Sanksi …………………………………………. …………….16
  4. Sistem Nilai ……………………………………………………………………………….16
  5. Adat Gotongroyong …………………………………………………………………..16
  6. Asas Musyawarah ……………………………………………………………………16
  7. Asas Kesederhanan …………………………………………………………………..16

 

BAB IV.  PERMASALAAN DAN USULAN ………………………………………………17

  1. Permasalan ………………………………………………………………………….17
  • Tata Bahasa ………………………………………………………………….17
  • Seni Tradisional ……………………………………………………………..17
  • Pakaian adat/Pakaian Tradisional ………………………………………..17
  1. Usulan ………………………………………………………………………………17
  2. Lampiran-lampiran

 

 

Kepala Desa

 

 

 

 

UJANG SULAEMAN, S.H.

Table of Contents

daftar isi i

KATA PENGANTAR 1

BAB I RIWAYAT DESA CIPEDES 2

  1. Silsilah urutan Kepala Desa Cipedes 5
  2. Potensi Desa 6

BAB ii. PROFIL DESA 7

  1. Gambaran Umum 7
  2. Monografi Desa 7

bab III. ADAT ISTIADAT 1

  1. Sosial Budaya 2
  • Seni Budaya 2
  • Agama 2
  • Olah Raga 2
  • Bahasa dan tulisan 2
    1. Adat Istiadat 2
  1. Kelahiran 2
  2. Sunatan 2
  3. Pernikahan 2
  4. Kematian 2
  5. Adat Sopan Santun 5
  6. Tabu atau Pantangan 5
  7. Upacara Ritual 5
  8. Pakaian adat 5
  9. Rumah Adat 5
  10. Permaianan Tradisional 5
  11. Makanan Khas Tradisional 5
  12. Obat-obatan 5

 

III.        Sistem Kemsyarakatan 6

  1. Pemerintahan (Lembaga Kemasyarakatan/Lembaga Aadat) 5
  2. Hukum Adat, Norma dan Sanksi 5
  3. Sistem Nilai 5
    1. Adat Gotong Royong 5
    2. Rumah Adat 5
    3. Permaianan Tradisional 5
    4. Makanan Khas Tradisional 5

Obat-obatan 5

Type chapter title (level 1) 1

  1. Type chapter title (level 2) 2
    1. Type chapter title (level 3) 3

Type chapter title (level 1) 4

  1. Type chapter title (level 2) 5

Type chapter title (level 3) bandungbandung

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

 

 

Dengan memanjatkan puja, puji dan syukur kekhadirat Allah SWT, akhirnya kami  dapat menyelesaikan tulisan mengenai Sejarah dan Profil Budaya  Desa yang sengaja kami susun dengan mengambil dari narasumber dan sumber potensi yang ada.

Kegelisahan dan kekhawatiran kami atas perubahan nilai-nilai budaya bangsa akibat dari pengaruh budaya asing  dan proses Globalisasi disegala bidang yang tidak terkendali yang dapat mendorong terjadinya kesenjangan sosial budaya, ekonomi dan rendahnya kesadaran akan potensi dan jatidiri desa Cipedes.

 

Bertitik tolak dari paragraph di atas, pembentukan karakter sosial budaya di Desa  Cipedes tentunya dipengaruhi oleh pola pikir masyarakat pada saat itu yang mencerminkan ke aripan, kemajemukan dan ke khasan masyarakat setempat yang akhirnya melahirkan   sosial budaya lokal yang murni. Oleh karena itu untuk menjaga dan melestarikan kearifan budaya lokal tentunya harus dibungkus dengan kerangka nilai-nilai kebudayaan. Maka dengan ini kami mencoba menggalinya. dengan tujuan untuk melestarikan dan menjaga nilai-nilai adat istiadat budaya setempat agar tidak tergerus oleh jaman dan tetap dikenal oleh anak cucu kita.

 

Melalui penyusunan profil ini  yang barang tentu dalam isinya masih banyak sekali kekurangan diharapkan menjadi sebuah gambaran nilai-nilai sosial budaya yang ada di Desa Cipedes dan sebagai bentuk tanggung jawab pelestarian kearipan sosial budaya lokal, yang akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tercermin dalam nilai-nilai budaya lokal guna kebaikan dimasa yang akan dating.

 

Demikian kami sampaikan Semoga dengan penyusunan data profil budaya ini dapat menjadi bahan data tentang budaya masyarakat dan memberikan gambaran tentang nilai-nilai sosial budaya masyarakat Desa Cipedes.

 

Cipedes,      Mei 2014

Kepala Desa Cipedes

 

 

UJANG SULAEMAN,S.H

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

RIWAYAT DESA CIPEDES

KECAMATAN PASEH KABUPATEN BANDUNG

 

  1. Berdasarkan cerita orang tua-tua jaman penjajahan Belanda dahulu bahkan beberapa puluh tahun sebelum tahun 1900 Desa Cipedes telah terbentuk.

Ceritanya di Kampung Jamban ada salah seorang tokoh yang bisa memberi contoh kepada warga sekitarnya terutama dibidang pertanian yang pada saat itu di Kp. Jamban tersebut masih banyak tanaman-tanaman besar/pohon besar. orang tersebut namanya Bapak Anijem. Masyarakat pada saat itu kepercayaannya sangat penuh kepadanya, sehingga beliau itu diangkat sebagai sesepuh kampung karena beliau bisa membimbingnya kearah pembangunan. Yang tadinya tanah gersang, pepohonan yang besar-besar, sebagian lagi bisa jadi tanah sawah dan bisa ditanami jenis lain. Selanjutnya Bapak Anijem tidak hanya di Kp. Jamban saja tetapi bisa merembet kekampung-kampung atau daerah-daerah lain dan akhirnya beliau ditunjuk oleh tokoh-tokoh masyarakat dijadikan Kepala Desa yang membawahi wilayah dengan batas batasnya sebelah Utara Desa Sanghiyang  di Rancaekek, sebelah Timur Desa Cipedes, sebelah Selatan Desa Drawati dan Sebelah Barat  sungai Cijagra.

Dan Akhirnya masa jabatan Bapak Anijem habis sampai dengan tahun 1900.

 

  1. Pada tahun 1900 Masayarakat Desa Cipedes sudah mempunyai Kepala Desa dan masyarakat sudah mengerti perlunya pimpinan dan pemerintahan. Habis masa jabatan Bapak Anijem memilih kembali yang pada saat itu hanya dipilih oleh tokoh-tokoh saja dan terpilihlah Bapak   Ismail penduduk dari Kampung Cipedes.

Desa Cipedes dapat berkembang terutama dibidang pertanian. H. Ismail adalah Kepala Desa yang bisa diturut oleh masyarakatnya, beliau bisa memimpin sampai habis masa jabatannya sampai dengan tahun 1930.

 

  1. Masih pada jaman penjajahan Belanda H. Ismail diganti oleh Bapak Anggadireja yang merupakan hasil pilihan tokoh masyarakat yang pada saat itu tokoh masyarakat lah yang bisa memilih Kepala Desa. yaitu mereka yang mempunyai kikitir tanda bukti tanah Letter C.

Bapak Anggadireja Kepala Desa yang bisa meneruskan jejak Kepala Desa yang terdahulunya, desa terus maju dan masyarakat aman, masalah ekonomi terutama dibidang pertanian berkembang terus.

Bapak Anggadireja memimpin desa hingga habis maja jabatannya pada tahun 1941.

 

  1. Ismail adalah Kepala Desa yang selanjutnya dan memangku jabatannya hanya satu tahun yaitu dari tahun 1941 sampai dengan 1942. Dalam masa pemerintahannya dianggap kurang mampu, masyarakat tidak aman bahkan pada saat itu tidak bisa melunasi pajak. itu adalah salah satu bukti ketidak mampuannya melaksanakan roda pemerintahan.
  2. Untuk melanjutkan pemerintahan kemudian terpilihlah Bapak H. Daud yang berasal dari penduduk kampung Cipedes, beliau adalah seorang guru SR. Namun sayang pada saat itu terjadi situasi yang sangat besar yaitu perubahan dari penjajahan Belanda pindah ke tangan Jepang.

Perubahan tersebuat sangat mengecewakan masyarakat dengan adanya satu program penjajah yang dinamakan “arareum” dimana pada malam hari harus digelapkan, dan keduanya adanya kerja paksa (Romusa) mayarakat sangat terganggu sekali dan menjadi miskin. Pada saat itu masayarakat mengalami kesengsaraan dimana perempuan memakai kain karet, bantal tikar, kopiah tikar dan sebagainya.

Masa jabatan pemerintahan H, Daud berakhir pada tahun 1945.

 

  1. Pada Tahun 1945 Pemerintahan Desa Cipedes dilanjutkan oleh Bapak H. Ahmad, pada masanya masyarakat merasa kurang aman, perekonomian merosot terus bahkan pada jaman pemerintahannya timbul pengacau pada saat itu disebut “Garong” sehingga istri Kepala Desanya juga menjadi korban dibunuh oleh segerombolan garong tersebut.

Masa jabatan H. Ahmad berakhir pada tahun 1952.

 

  1. Selanjunya bapak Udi Samudi tampil sebagai Kepala Desa, pada masa pemerintahannya tak luput pula dari gangguan gerombolan “DI” meskipun beliau terkenal seorang Kepala Desa pemberani. Masyarakat pada saat itu merasa tidak aman sering kali diserang dan dikacaukan oleh gerombolan tersebut, rumah- rumah banyak yang dibakar dan penduduk banyak yang dibunuh. Walaupun demikian pemerintahannya tetap berjalan dan pada saat itu partai politik bertambah banyak, dan pada tahun 1955 bisa mengikuti Pemilihan Umum pertama pada saat pemerintahan Orde Lama (ORLA).

Masa Jabatan Bapak Udi Samudi berakhir pada tahun 1960.

 

  1. Pada tahun 1960 timbul bermunculan beberapa calon Kepala desa yang ikut serta dalam pemilihan kepala desa dan terpilihlah Bapak H. Oyo Juhara. Pada masa pemerintahannya meskipun banyak partai politik yang timbul namun tetap dapat teratur Pemerintahan dapat berjalan lancar.

Pada saat akhir jabatannya pada tahun 1965 terjadi gangguan lagi dengan adanya G. 30 S/PKI dan selanjutnya habis masa jabatan beliau pada tahun itu.

Dengan hasil keputusan masyarakat bisa menunjuk Sdr. Apud dari sukarame , yang saat itu sedang menjabat sebagai Sekretaris Desa II.

 

  1. Pada masa dijabat oleh Sdr. Apud Negara beliau adalah seorang anggota TNI warga kampung Sukarame, masih dalam situasi kurang aman, tetapi pemerintahan berjalan lancar, ekonomi lancar sehingga bisa melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tampuk Pemerintahan beliau berjalan dari Tahun 1965 sampai dengan 1967.

 

  1. Pada tahun 1967 Pemilihan Kepala Desa diikuti oleh tiga orang calon yaitu ; 1. H.Z Marpudin,    Popon Sopandi. 3. I. Musa. dan suara terbanyak pada sat itu diraih oleh H.Z. Ma

Dokumen Lampiran : SELAYANG PANDANG SEJARAH DESA CIPEDES KEC.PASEH


Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Informasi COVID-19 Kabupaten Bandung

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI ..... !!!

Aparatur Desa

Sinergi Program

APBDes 2018
WEBSITE KABUPATEN BANDUNG WEBSITE PROVINSI JAWA BARAT
WEBSITE KECAMATAN PASEH e-LAPOR

Peta Desa Cipedes

Wilayah Desa

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Lokasi Kantor Desa

Alamat Jl. Raya Cipedes No 20
Desa Cipedes
Kecamatan Paseh
Kabupaten Bandung
Kodepos 40383
Telepon
Email cipedesds@gmail.com

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung